Berita Angat

Senin, 09 Agustus 2010

Keroncongan Semalam Suntuk






Pagarsari,
Musik Keroncong yang sedikit peminatnya saat ini di Kota Lahat, di Desa Pagarsari mendapat sambutan yang meriah dari muda-mudi dan para orang tua. Keroncong mendapat tempat di hati warga Pagarsari. Sebetulnya tidak hanya musik Keroncong, tetapi berbagai bentuk seni tradisi seperti Kuda Lumping, ngarak pengantin sunat, dan jaipongan, di Pagarsari cukup terbuka.

Dalam menyambut HUT RI yang ke 65 hiburan keroncongan ini ditanggapi semalam suntuk Sabtu (7/8). Hingga akhir pelaksanaan, warga terutama pecinta musik keroncong masih bertahan. Mulai dari Benganwan Solo, Jembatan Merah, Sebiduk di Sungai Musi, Solo Balapan, Dirut, Tidak Semua Laki-laki, Mawar Merah, sampai Keong Racun, habis dinyanyikan secara bergantian oleh warga yang ikut hadir. Ada juga yang menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Meskipun terkadang suaranya tidak pas, musiknya ke ulu lagunya ke ilir. Namun tetap semangat. Dari berbagai aliran lagu diiringi musik keroncong dengan apik oleh Orkes Keroncong Sehati di Pagarsari.

Didut (29) ketua Karang Taruna Desa Pagarsari, yang juga ikut menyanyikan beberapa lagu dari album campursari Sekonyong-konyong Koder, mengatakan, “Musik Keroncong ini lebih adem, dari pada Orgen Tunggal (OT) yang mengundang pemuda untuk mabuk-mabukan apalagi musiknya dibuat remix. Kalau Musik Keroncong bawaannya lebih santun, dan lembut. Lagi pula bisa mengiringi lagu apa saja, flaksible. Tahun depan atau kalau ada kegiatan apa saja kita, kita akan mengutamakan yang tradisional,” katanya.

Hiburan keroncongan ini dari warga, untuk warga. Penyanyinya ibu-ibu dan bapak-bapak ditambah para muda mudi. Malam Minggu yang dingin menjadi terasa hangat. Para orang tua seperti bernostalgia dengan lagu-lagu keroncong, seperti sedang mengenang Gesang sebagai pencipta lagu-lagu Keroncong.

Menurut salah satu pemain alat musik Ukulele Agus (30), “Di daerah lain kami tidak mendapatkan sambutan semeriah di Pagarsari, penonton masih terus bertahan dan masyarakat antusias untuk menyanyi. Kami semangat dan senang menghibur warga Pagarsari ini,” katanya.

Kepala Desa Pagarsari, Deni Irawan, mengatakan, “Kegiatan hiburan Keroncongan semalam suntuk ini merupakan usulan warga. Musik Keroncong lebih menyejukkan dari pada Orgen Tunggal. Disamping itu kita ikut melestarikan musik keroncong dan memperkenalkan kepada anak-anak desa Pagarsari ini,” katanya.*)

Minggu, 08 Agustus 2010

Lomba Tertawa, Mengalirkan Air Mata






Pagarsari,
Ada sekitar 100 anak putra-putri berkumpul di lapangan Desa Pagarsari mengikuti Lomba Tertawa, setelah selesai melaksanakan lomba Melukis. Lomba tertawa ini paling ditunggu-tunggu, karena sebelumnya belum pernah ada.

Menurut ketua panitia, Sukri yang di dampingi Wagino sebagai pelaksana kegiatan lomba mengatakan, Lomba tertawa dan lomba menggambar “Semangat Kemerdekaan” ini merupakan kegiatan hiburan anak-anak dalam memeriahkan HUT RI ke 65. Antusias anak-anak dan ibu-ibu untuk mendaftarkan anaknya mengikuti lomba sangat tinggi. Sehingga perlombaan menggambar dan lomba tertawa cukup banyak diminati,” katanya .

Khususnya lomba tertawa membuat para penonton terutama ibu-ibu terhibur. Melihat anaknya mengikuti lomba tertawa, ibu-ibunya dan semua penontonya ikut tertawa. Karena tertawa terus-menerus sampai tak terasa air mata meleleh. Tak hanya itu, perut pun sakit karena tertawa melihat peserta yang tertawa.

Seperti halnya Agung (7) peserta lomba tertawa ini, pertamanya tertawa seperti dipaksakan tetapi lama-kelamaan dia tertawa sendiri dengan lepas, karena mendengar dan melihat semua penontonnya tertawa. Apalagi kawannya memberitahu kalau sandal yang dipakai Agung putus. Tertawapun semakin jadi, sehingga tidak bisa lagi menghentikan tertawanya sambil memegang perutnya.

Menurut Yudi Ismanto salah satu penonton lomba tertawa ini, “Lomba ini lucu, menghibur, jadi tertawa karena melihat orang tertawa,” ungkapnya.

Criteria lomba tertawa yang dinilai, yaitu lamanya tertawa, tertawanya tidak terkesan dibuat-buat dan lucu. pemenangnya dibagi katagori perempuan dan laki-laki, setiap pemenang mendapatkan hadiah alat-alat sekolah dan piagam. senang sekali mereka mendapatkan piagam dan hadiah itu, meskipun alakadarnya.*)

Selasa, 03 Agustus 2010

WARGA MENYAMBUT BULAN PUASA DAN HUT RI LEBIH AWAL






Pagarsari,
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 65 dan dalam rangka menyambut bulan suci Rhamadan 1431 H warga Desa Pagarsari Lahat mengadakan gotong royong membersihkan rumput dan pohon di sepanjang jalan desa hingga jalan menuju ke tempat penguburan umum warga Pagarsari, dan membersihkan pekarangan rumah masing-masing pada hari Minggu (1/8).

Selain kegiatan gotong royong kegiatan menyambut tujuh belasan juga dilakukan lebih awal sehubungan berbarengan dengan bulan suci ramadhan. Ada beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Karang Taruna Pagarsari mulai dari kelompok anak-anak berbagai lomba seperti balap karung, pertandingan tenis meja, lomba tertawa. Sementara untuk dewasa lomba karaoke dan untuk orang tua hiburan keroncongan pada malam minggu (7/8) di lapangan Pagarsari.

Menurut kepala Desa Pagarsari, Deni Irawan, kegiatan gotong royong dan setiap kegitan yang berhubungan dengan menyambut HUT RI ini dilaksanakan lebih awal, supaya pada bulan puasa nanti kita lebih khusu menjalaninya, ujarnya.*)

Jumat, 14 Mei 2010

KEPEMIMPINAN LAHAT DI TAHUN KE 141


Kepemimpinan Lahat di Tahun ke 141
Oleh Jajang R Kawentar
Kalau melihat umur Kabupaten Lahat ini sudah cukup tua, 141 tahun. Tentunya Kabupaten Lahat bisa menjadi tauladan bagi daerah-daerah lainnya dalam pengalaman pemerintahan serta dalam membangun, mensejahhterakan masyarakatnya. Karena banyak sudah yang dapat dijadikan cermin dari beberapa kepemimpinan daerah ini sebelumnya. Sesungguhnya segala sesuatu yang baik dan membawa kebaikan serta kemajuan daerah dapat dikembangkan berkesinambungan.
Bukan sekedar menjadi kenangan atau bernostalgia belaka. Segala sesuatu yang baik pernah diraih atau berbagai prestasi yang pernah dicapai daerah ini dan warganya menjadi tinggal kenangan indah. Memang mempertahankan prestasi lebih sulit ketibang hanya sekedar meraih saat pertamakalinya. Tidak sedikit kebaikan dan prestasi itu punah, namun banyak pula prestasi yang lain kita raih kembali.
Masyarakat lebih pandai menilai siapa pemimpinnya yang lebih maju dan lebih baik, siapa pemimpinnya yang betul-betul membangun daerahnya dan mengabdi jiwa raganya bagi masyarakat. Karena segala sesuatu yang diperbuat pemimpinnya akan tampak wujudnya di masyarakatnya. Apabila membangun sesuatu yang monumental seperti bangunan kantor atau sekolah, perumahan, jalan, irigasi atau jembatan akan mengingatkan kepemimpinan seseorang di daerah ini. Begitupun dengan pembangunan non fisik seperti kesehatan, peningkatan gizi, bantuan lunak, peternakan, penghijauan dan dalam pendidikan seperti beasiswa bagi yang tidak mampu, kesejahteraan guru dan pegawai. Kesemuanya akan menjadi barometer masyarakat dalam menilai berhasil tidaknya seorang pemimpinnya.
Kata penyair angkatan 45 Chairil Anwar “Sekali berarti sudah itu mati.” Yang menyiratkan bahwa segala sesuatu yang terdapat di bumi ini bersipat sementara. Begitupun dalam kepemimpinan, sehingga kesempatan yang ada harus digunakan sebaik-baiknya supaya berguna bagi masyarakatnya. Penghargaan sudah tentu akan datang terus mengalir tidak saja semasa hidupnya, tetapi sampai kapanpun akan terus hadir di hati masyarakatnya itu.
Berbagai permasalahan pada umunya sering terjadi di tengah-tengah masyarakat karena perekonomian yang morat-marit, keamanan, media transportasi dan ketimpangan social. Hal ini tentunya melibatkan pemerintah yang seringkali tidak memperhatikan kepentingan masyarakat serta tidak memahami tugas dan fungsinya. Pemerintah mengatur segala seuatu yang berhubungan kemasyarakatan dan kemaslahatan masyarakatnya. Permasalahan ini adalah klasik karena terjadi pada setiap periode kepemimpinan, namun semestinya dapat dipahami jalan keluar dalam memenuhi kepentingan umum tersebut.
Seandainya dapat meminimalisir penyelewengan yang terjadi di dalam tubuh pemerintah dan memilih sumber daya manusia yang handal sesuai dengan kafasitas kompentensinya. Seyogyanya berbagai program pemerintah yang dilaksanakan betul-betul sesuai dengan harapan masyarakat serta sesuai dengan visi dan misi dari pemerintah daerah ini. Seperti yang kita ketahui visi misi yang mulia itu disebutkan: Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur dan masyarakat. Mempercepat pertumbuhan dibidang pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan dengan penerapan konsep agribisnis, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam.
Kabupaten Lahat dalam kepemimpinan H. Saifudin Aswari Rivai, SE bersama Drs. Sukadi Duadji, MM (SAJI) kini sedang berusaha menunjukan kepada masyarakat mengenai pembangunan daerahnya yang baik. Akses jalan untuk lajunya transportasi menuju daerah yang memiliki potensi hasil hutan, pertanian dan perkebunan mulai direalisasikan. Pengoptimalan dalam pemanfaatan sumberdaya alam terutama minyak dan batubara digarap. Hampir seluruh lahan yang memiliki potensi tersebut dimungkinkan untuk dieksploitasi. Tentunya semua itu untuk kesejahteraan masyarakatnya dan selalu ditunggu-tunggu realisasinya.
Begitupun kesehatan masyarakat, pemerintah telah menambah beberapa Puskesdes dan berbagai program untuk kesehatan dan peningkatan gizi masyarakat di desa-desa. Sementara untuk pendidikan dinas pendidikan meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik dan sekolah. Terdapatnya beasiswa bagi siswa yang tidak mampu serta siswa berprestasi. Apalagi dengan program sekolah gratis, tentunya akan meningkatkan sumberdaya manusianya.
Kesemuanya bergantung kepada roda yang menjalankan pemerintahan dan SDM yang kompeten serta berpihak kepada kepentingan umum. Bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata. Ketegasan dan keberanian yang didukung ilmu pengetahuan memadai serta spiritual yang teguh akan meluruskan jalan pemerintahan yang amanah, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Harapan seluruh masyarakat Lahat kepada pemimpinnya saat ini untuk dapat membangun kota Lahat menuju kota Lahat yang lebih baik. Selain diharapkan dapat membangun infrastruktur yang representatif juga membangun sumber daya manusia lebih berkualitas dengan berlandaskan spiritual yang kuat, mampu meminimalisir kegiatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di dalam pemerintahan maupun dalam kemasyarakatannya. Karena hal itulah salah satu penyakit yang menyebabkan pembodohan masyarakat. KKN memperburuk kualitas SDM dan Sumber Daya Alam. Akibatnya berbagai permasalahan dan segala urusan dianggap gampang, tanpa memikirkan efek yang akan terjadi di kemudian hari.
Kabupaten Lahat memiliki banyak asset yang dapat dijadikan sumber pendapatan daerah dan masyarakatnya. Namun belum dapat terkelola dengan baik, teratur dan terencana. Sehingga belum dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Ada banyak areal penambangan batu-bara dan minyak, areal pertanian, perkebunan yang luas, terdapatya situs-situs bersejarah dan peninggalan seni budaya yang kaya, serta panorama Lahat yang begitu indah dapat dijadikan tempat wisata. Menunggu tangan-tangan terampil yang memiliki wawasan dan sikap untuk memajukan Lahat. Supaya Lahat menjadi semakin berharga di mata masyarakatnya dan bagi siapapun.
Selamat Ulang Tahun Kabupaten Lahat yang ke 141 perayaan ke 12 pada 20 Mei 2010, semoga semakin dapat menghargai warganya yang berprestasi dan perduli terhadap perkembangan daerahnya. Kepada Bupati Lahat H. Saifudin Aswari Rivai, SE bersama Drs. Sukadi Duadji, MM selamat menjalankan amanah dan mendapat ridho Alloh SWT.
Penulis: Pekerja Budaya dan guru SMA N 1 Merapi Selatan

Senin, 10 Mei 2010

Selamatan Rumah Suryantoro dan Syukuran Kelulusan Anaknya

Pagarsari,
Malam Minggu (8/5) ada acara selamatan rumah Suryantoro (46) di Dusun I Desa Pagarsari. Bertambah lagi keluarga Desa Pagarsari dengan tinggalnya keluarga Suryantoro yang berjumlah 5 Orang. Dalam selamatan ini Suryanto begitu biasa dipanggil, mengundang Bapak-bapak yang ada di Dusun I dengan beberapa orang kerabat serta keluarga Suryanto sendiri. Ada sekitar 30 orang hadir termasuk perangkat desa, Kades Pagar sari Deni Irawan, Sukri anggota BPD dan mantan Kades Pagarsari periode 2005-2010 yang mengundurkan diri Bambang Sutarsum yang sekaligus sebagai pemimpin doa syukuran. Sementara pembawa acara dipercayakan kepada Wagiman, yang juga sebagai Kepala Dusun (Kadus) I.

Menurut pembawa Acara, Wagiman bahwa acara selamatan rumah ini sekaligus selamatan atas kelulusan anak pertama Suryantoro yang sekolah di SMA 3 Lahat.
“Semoga apa yang dicita-citakannya dapat tercapai,” kata Waguman.

Suryantoro sebelumnya tinggal di Bedeng Seng atau RDPJKA Lahat, ngontrak. Sebetulnya Suryantoro memiliki 2 Bedeng (kontrakan rumah) di Desa Pagarsari. Rumah yang kini ditempati Keluarga Suryantoro merupakan satu Bedeng Miliknya yang di sulap menjadi rumah pribadinya dengan menambah beberapa ruangan. Sementara bedeng satunya masih dikontrakkan.

Kades Pagarsari Deni Irawan, mengatakan, “Tadinya Pak Suryanto tinggal di Bedeng Seng, bekerja sebagai pegawai Koperasi Perumtel Lahat. Sementara Ibu Suryanto mengelola Industri Rumahan membuat Keripil dari ubi,” ungkap Deni usai acara selamatan tersebut.*)

Rabu, 05 Mei 2010

Menatap Bulan di Atas Kota Lahat

Pagarsari,
Menatap Bulan di atas Kota Lahat dari Bukit Desa Pagarsari Senin (3/5) pukul 22.00WIB.

Minggu, 02 Mei 2010

Wakil Ketua DPRD Lahat Sri Marhaeni SH, Hadiri Sunatan M. Rias bin Sudarmin






Pagarsari,
Pesta Sunatan Muhamad Rias bin Sudarmin (6) yang dilaksanakan Minggu (2/5) pukul 09.000 WIB di Pagarsari cukup meriah. Ratusan warga Pagarsari hadir untuk menyaksikan kebahagiaan keluarga Sudarmin dan mendoakan yang disunat.

Anak ke tiga dari Sudarmin ini satu satunya anak laki-laki, sehingga pesta ini dibuat meriah dengan diarak menggunakan tandu beberntuk Burung Garuda yang diusung oleh enam orang pemuda. Tampak senyum mengembang di wajah Muhamad Rias yang goyang-goyangkan pengusung, dengan diringi musik rebana dan diikuti rombongan penari Kuntau.

Acara ini juga dihibur oleh Orgen Tunggal Adelweis. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat Sri Marhaeni Wulansih, SH yang turut hadir dalam pesta sunatan tersebut ikut menyumbangkan sebuah lagu yang berjudul Aku Masih Seperti Dahulu dari lagunya Dian Pisesa. Suara Srimarhaeni cukup menghibur segenap tamu undangan. Dalam kesempatan itu pula dia mengatakan didepan tamu undangan ucapan terimakasih kepada seluruh warga Pagarsari yang telah memilihnya sehingga dapat terpilih menjadi wakil rakyat daerah.

“Kemaren saya sudah mengatakan kepada kepala Desa Pagarsari, kalau ada proposal untuk pembangunan desa atau untuk kepentingan warga Pagarsari, saya siap membantu dan saya tunggu. Karena saya mendapat banyak dukungan dari Desa Pagarsari ini,” ujar Sri Marhaeni dengan lantang di atas panggung seperti sedang kampanye.

Kami akan menunggu janji itu dapat terbukti, ucap salah seorang warga.*)

Selasa, 27 April 2010

Longsor: Perlu Tembok Penahan


Pagarsari,
Longsor itu terjadi di tepi jalan utama Pagarsari, kira-kira antara 30m-50m sebelum Sekolah Dasar (SD) 46 yang berada di puncak bukit Pagarsari. Longsor yang diakibatkan hujan sehingga menutup separuh jalan. Tanah yang rapuh karena terbawa air hujan serta pada musim kemarau kering berkeping-keping seperti pasir.

Selain karena tebing setinggi 4m, tidak terdapatnya tembok penahan. Sehingga separo badan jalan tertutup longsoran tanah. Pada musim hujan menyebabkan jalan becek berlumpur. Tentunya mengganggu pengguna jalan terutama para siswa SD yang hendak pergi dan pulang sekolah. Apalagi pengendara bermotor baik roda dua dan roda empat.

Beberapa mobil yang lewat pada musim hujan seringkali slip dan masuk siring. Sedangkan motor harus pelan dan ekstra hati-hati, kalau tidak kepeleset.

Menurut salah seorang warga, “Tebing itu harus ada tembok penahannya, untuk mengurangi tanah longsoran yang menutupi badan jalan,” katanya.

Warga Pagarsari meminta kepada Bapak Bupati H. Saifudin Aswari Rivai, SE dan kepada dinas terkait, untuk memperhatikan kebutuhan tembok penahan tersebut.

“Jalan ini satu-satunya penghubung menuju ke SD 46 yang merupakan sekolah satu-satunya di Pagarsari. Siswanya anak-anak yang bermukim di Pagarsari, Pagar Negara dan Kota Baru dekat wilayah Riley TVRI,” ungkap warga. *)

Senin, 26 April 2010

Mas Yulianto Nak Jual Tanah

Pagarsari,
Tanah ukuran 12m X 14m milik Mas Yulianto (42) di Desa Pagarsari persis pinggir jalan di ujung tanjakan jalan utama desa, nak dijual. Mas Yuli ngomong kalau tanahnya itu nak dijual seharga 15juta. "Kini tanah itu sudah ada yang nawar 12juta. Rencananya dilego seharga itu bae," uji Mas Yuli.

Sore hari Selasa (26/4) tanah itu sudah diukur dengan Kades Pagarsari Deni Irawan disaksikan oleh Jajang R Kawentar, pemilik tanah sebelah barat, bersama Mas Yuli. Ukurannya sama dengan yang ada di gambar surat akta jual beli sebelumnya.

Letak tanah yang strategis dan sudah rata. Seandainya hendak dibangun di atas tanah itu, tinggal menggali pondasinya. Transportasi sudah mudah, bisa dijangkau dari arah Kota Baru atau dari arah Talang Jawa melalui jalan Bangsal.

Mas Yuli masih menunggu tawaran lain yang lebih menarik dari harga 12juta, kalau bisa 13juta, katanya. Hubungi saja ke 08194837589. *)

Minggu, 25 April 2010

Dijual, Rumah Pinggir Jalan Desa Pagarsari


Pagarsari,
Rumah Wak Jimmi di Pagarsari ujung persisnya depan Balai Desa itu nak dijual 70 juataan, tapi masih bisa goyang. Wak Jimmi lah hamper 10 tahun tinggal di Pagarsari ujung Dusun I itu nak pindah ke Bengkulu. Karena alasan keluarga besarnye la disane gale.

Rumah yang cukup strategis itu berada di tepi jalan utama Desa Pagarsari itu memiliki luas 9m X 6m dan luas tanahnya 15m X 20m. Fasilitasnya 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang tamu, dan 1 ruang dapur. Selain itu ada juga sumur, listik 900watt dan apabila hendak memasang telpon jaringannya sudah ada.

Keadaan rumahnya 3m X 6m permanent dan sisanya semi permanent. Sementara lingkungan sekitarnya hamper keluarga Jawa semua. Bagi yang berminat silahkan menghubungi langsung dengan Wak Jimmi depan Balai Desa Pagarsari. Jalan Bangsal, Pagarsari Ujung, atau menghubungi Handphon 08194837589.*)

Kekahan dan Cukuran Putri Bambang Sutarsum

Pagarsari,
Bambang Sutarsum mantan Kepala Desa Pagarsari periode tahun 2006/2011 yang hanya menjabat setahun dan mengundurkan diri karena sesuatu hal. Mengadakan syukuran Kekahan dan Cukuran putri bungsunya yang nomor tiga Yasinta Mulya Sari (1) pada hari Jumat malam Sabtu (23/4) pukul 19.00. Bertempat di rumahnya jalan Bangsal no. 30 Dusun II Desa Pagarsari. Berlangsung dengan khimad dan dihadiri ratusan warga Pagarsari, Talang Jawa dan Gunung Gajah.

Pada umumnya yang datang merupakan kerabat serta kawanan kerjanya di PJKA, tetangga dan mantan tetangganya sewaktu tinggal di Gunung Gajah. Acara yang dimulai dengan membacakan ayat suci Al-Qur’an, Barjanji, dilanjutkan dengan pencukuran rambut serta pembagian bendera-benderaan uang kepada tamu yang hadir. Diakhiri dengan doa dan yang hadir dihaturi makan.

Kekahan ini juga dihibur oleh Erra Orgen Tungal dengan lagu-lagu islami pada saat acara makan. Setelah selesai makan sekitar pukul 22.00WIB, mulai acara hiburan. Beberapa tamu undangan ikut menyanyi kesukaannya mulai dari lagu dangdut, pop dan remix. Mulai dari lagunya Bruri Pesolima, Siti Nurhaliza hingga grup Armada Band.*)

Kamis, 22 April 2010

Sosialisasi Ulang Beras Miskin


Pagarsari,
Karena sudah banyak warga yang menerima Raskin itu pindah tapi masih menerima beras itu. Kades kembali mensosialisasikan lagi penerima Raskin di Balaidesa Pagarsari pada hari Rabu (21/4) selepas magrib. Bagi penerima raskin yang sudah pindah dari Desa Pagarsari, tidak lagi mendapatkan Raskin, karena masih banyak warga Desa Pagarsari yang lebih berhak menerimanya.

Kades Pagarsari Deni Irawan mengatakan, sisa hasil dari penjualan Raskin tersebut diberikan kepada janda kurang mampu dan warga kurang mampu sekitar 4karung.

Sosialisasi ini juga menjaga supaya warga memahami, karena tidak mungkin warga yang sebelumnya pernah dapat Raskin di Pagarsari dan kini tinggal di Desa lain masih menerima jatah Raskin di Pagarsari.*)

Diperkirakan Maling itu Ngicar Sapi Pak Paeran


Pagarsari,
Yudi Ismanto (30) nginai ade jeme lanang bejalan di depan rumah Bude Sikar menuju ke kandang sapi milik Pak Paeran (55) sekitar jam 2 pagi. makanya ngenjuk kabar ke tetanggenye lewat SMS, pertame telpon Wak Jimi.
mangkenye wak Jimi keluar rumahnye karena kebetulan rumah bude Sikar sebelahan dengan rumah wak Jimi. Yudi dewek depan rumah wak Jimi bersebelahan rumah Pak Kades Pagarsari.

"Yang keluar rumah cuman wak Jimi dengan Aku bae, sementara Kang Jajang masih ngaweke Blog Desa Pagarsari. Kerne kami bejaga di luar jene mencurigakan yang bejalan di tempat kelam menuju ke kandang Sapi Pak Paeran itu belaju ke rumah pucuk, ke arah rumah Kang Jajang" uji Yudi.

Sementare menurut Kang Jajang, "saya di telpon oleh wak Jimi, die ngomong kalo ade jeme menuju rumahku. aku siap siaga dengan ketapel same parang kalu saje maling nak beraksi. Aku dewek lagi ngawe Blog Desa Pagarsari, idak tiduk sape pagi, pas lepas Azan Subuh aku baru tetiduk."

Kalu pacak diadoke lagi ronda same ngawe kentongan kalu-kalu ada gawat darurat, maling yang beraksi.*)

Disinyalir Maling Hendak Beraksi Di Pagarsari

Pagarsari
Pada jam 1.14 pagi (22/4) Pak Jimi (40) yang tinggal di Pagarsari ujung telpon ke Pak Jajang yang tinggal di bukit Pagarsari paling ujung rumah.
"Pak Jajang hati-hati ada orang yang naik ke pucuk (maksudnya menuju ke rumah Pak Jajang, Red)."
Disinyalir orang tak dikenal dan ditakutkan maling yang gentayangan selama ini.
Sebab dua minggu lalu tiga ayam hutan milik Ibu Bidan Desa raib digasak maling diperkirakan kerugian sekitar 1juta lebih. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang meyakinkan kalau-kalau maling itu berada di sekitar desa Pagarsari atau warga desa tetangga.
Setelah Pak Jimi telpon ternyata Pak Jajang juga mendapat 2 SMS dari Yudi Ismanto (30) yang berisi "Kang ado wong di bawah, hati-hati", dan "Aku sama wak Jimi di bawah".
SMS dari Yudi dibalasi, "Aku lagi ngeblog Desa Pagarsari, nanti kubikin beritanya kalau maling mulai beraksi di Pagarsari". *)

Minggu, 18 April 2010

Pernikahan Agus Riadi dan Hevi Yunika

Pernikahan warga Pagarsari

Agus Riadi (Didi), putra dari Bapak Ahmad Darman (Alm) dan Ibu Supiani (Ribut)
dengan Hevi Yunika (Hevi) putri dari Bapak Banjarudin dan Asma Wati.
Akad Nikah:
HAri/Tanggal: Minggu, 18 April 2010
Pukul: 08.30 WIB sampai dengan Selesai
Tempat: Jl. Bangsal, Desa Pagarsari No. 30 Lahat

Semoga menjadi keluarga yang
sakinah mawahdah warohmah. Amiiin

Sabtu, 17 April 2010

Gizi Balita, Ibu Menyusui, Lansia Desa Pagarsari Ditingkatkan




Desa Pagarsari Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk peningkatan Giji untuk anak Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebesar 140 juta. Diungkapakan Kepala Desa (Kades) Pagarsari Deni Irawan, pada musyawarah desa Pagarsari yang dilaksanakan pada pagi hari Selasa (7/4) di Balai Desa Pagarsari dengan dihadiri Camat Kota Lahat Drs. Yusri MM, Ketua Tim Pembina Kecamatan Lahat Elfawati, Kepala UPT Kesehatan Pagaragung Kazrin Faruk SKM, Ketua Tim Penggerak PKK Pagarsari Yuli dan mayarakat Pagarsari.

Bantuan dari pemerintah pusat ini cukup besar,dibandingkan dengan bantuan dari gubernur pertahunnya 2,5 juta untuk Posyandu dan 200 ribu rupiah dari bupati. Program Pemeritah ini berupa peningkatan gizi Nutrition Improvement Through Community Empowerment (NICE). Diharapkan program peningkatan mutu gizi anak Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui lebih baik lagi. Masyarakat bisa mandiri dan memahami bagaimana pola asuh terhadap anak-anaknya. Sehingga bisa kesehatan serta dapat membantu kecerdasan anak dikemudian hari.

Dalam program ini dilaksanakan pelatihan-pelatihan untuk ibu menyusui, pola asuh anak, dan untuk ibu-ibu hamil. Di Pagarsari terdapat 7 ibu hamil pada musyawarah desa ini dan puluhan ibu yang memiliki anak balita. Mereka menyambut baik program kesehatan untuk masyarakat desa ini.

Menurut Deni Irawan yang didampingi sekretaris desanya Maman mengatakan, “untuk mendapatkan bantuan program perbaikan gizi untuk anak balita, ibu hamil dan menyusui ini, pihaknya terlebih dulu membuat proposal pada tahun 2007-2008 dan baru tahun 2010 dana program ini cair.”

Sementara Sejo (60) dari Lembaga Adat Pagarsari, “setiap mendapat bantuan dari pemerintah warga harus dilibatkan atau diajak musyawarah, supaya dapat memantau kegiatan yang akan dilaksanakan bisa lancar dan tepat sasaran,” ungkapnya.*)

LOMBA DESA TINGKAT KABUPATEN LAHAT






Pagarsari,
Desa Pagarsari Jumat (16/4) dikunjungi oleh rombongan tim penilai lomba desa tingkat kabupaten Lahat yang diketuai oleh kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Drs. Benny Zainudin MSi. Tim penilai ini terdiri dari Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK Kabupaten, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Masing-masing unsur tesebut berfungsi menilai setiap kegiatan desa dan organisasi yang ada di desa, seperti PKK, Pos Yandu, Karang Taruna, Badan Pertimbangan Desa, Lembaga Adat dan administrasi desa.

Masyarakat Desa Pagarsari menyambut baik dengan terpilihnya Desa Pagarsari sebagai wakil dari Kecamatan Lahat dalam mengikuti Lomba Desa Tingkat Kabupaten. Bagi Warga Desa Pagarsari sudah tidak asing lagi dalam mengikuti lomba desa, pada tahun 2008 Desa Pagarsari meraih juara 3 tingkat Provinsi.

Dalam penilaian lomba Desa ini dihadiri Camat Kota Lahat Drs. Yusri MSi, ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Danramil, perangkat Desa Pagarsari, tamu undangan dan masyarakat Pagarsari.

Kepala Desa Pagarsari Deni Irawan, mengatakan, “tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi Lomba desa kali ini. Apa adanya, semuanya diserahkan langsung kepada poin-poin yang akan dinilai dan sudah ada yang bertanggungjawabnya masing-masing.”

Sementara Camat Lahat, Yusri, berharap Desa Pagarsari mendapatkan peringkat yang terbaik, meskipun dengan keterbatasannya baik fasilitas dan anggaran dananya. Dengan modal pengalaman dalam berbagai macam lomba kegiatan desa, Pagarsari bisa unggul.

Namun ketua panitian Lomba Desa tingkat Kabupaten Lahat Benny Zainudin, menegaskan bahwa penilaian ini meliputi kegiatan desa, administrasi desa dan yang terpenting bagaimana keterlibatan masyarakat desa dalam pembangunan desa, serta ikut dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Sehingga masyarakat desa lebih berperan aktif mengembangkan dan memakmurkan desanya.*)

TREND SENAM LANSIA

Trend Senam Lansia

Pagarsari,
Untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh diperlukan selain asupan gizi yang seimbang juga
Aktifitas ibu-ibu dan para perempuan lanjut usia (Lansia) di Desa Pagar Sari Kabupaten Lahat Sumatera Selatan mulai menggeliat dengan melakukan senam Lansia setiap pukul 16.00 WIB di halaman rumah kepala Desa (Kades) Pagar Sari Deni Irawan (40). Kegiatan senam yang dilakukan sore hari ini menjadi trend dikalangan Lansia. Sepertinya menjadi gaya hidup sehat dikalangan mereka sembari melepas lelah dan bersantai di sore hari.

Kegiatan ini menjadi banyak peminatnya berawal dari perbincangan ibu-ibu di warung-warung tempat biasa mereka berbelanja dan ngerumpi. Kemudian menarik beberapa ibu-ibu lansia dan ibu-ibu muda untuk mencoba mengikutinya. Di samping ibu-ibu muda, rupanya anak-anaknya juga ikut mengiringi dalam olah raga ringan ini. Mereka mengikutinya dengan tersenyum gembira, seperti bermain-main, namun tetap serius melakukan gerakan-gerakan tersebut.

gerakan-gerakannya tidak terlalu menguras tenaga, namun melatih kembali otot-ototnya bergerak yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan menguatkan otot-otot itu sendiri. Dengan menggerakan otot kaki, otot tangan, pinggul serta leher.

Senam yang hanya diikuti kaum hawa ini tadinya hanya diikuti oleh beberapa orang saja. Kini siapapun yang memiliki waktu senggang setelah melakukan kerja rutinnya mulai berkumpul dan melakukan senam disore hari.

“Tadinyo senam ini hanya diikuti tidak kurang dari 5 orang kini sudah diikuti sekitar 20 orang, kadang lebih,” ujar Yuli (33) warga setempat.

Ditambahkannya, gerakan yang diawali dengan pemanasan, gerakan inti lalu diakhiri peregangan.

Puluhan ibu-ibu lansia mengatur barisan dengan jarak yang tidak ditentukan, menyesuaikan dengan banyaknya peserta senam dan luasnya halaman rumah.

Kegitan dimulai dengan mempersiapkan kaset hingga pasang tape recorder. Untuk setiap gerakan senam diarahkan oleh seseorang yang lebih dulu belajar yang dianggapnya sebagai instruktur, karena pengalamannya mengikuti kegiatan senam lansia yang pernah diikutinya.

Kegiatan ini dimotori istri Kades Pagarsari Yuli (30) yang sekaligus sebagai ketua Tim penggerak PKK Desa Pagarsari. Menurutnya, kegiatan ini digalakkan dalam rangka untuk menyehatkan jasmani disamping menyalurkan hobi olah raga.

“Daripada ngobrol tidak karuan, sambil mengisi waktu senggang. Kami berinisiatif mengumpulkan ibu-ibu bikin kegiatan senam terutama Lansia. Selain mempererat silaturahhmi, badan juga jadi sehat dengan membiasakan senam,” kata Yuli.

Tidak sedikit warga Desa Pagarsari yang jadi penonton, sambil mengikuti gerakan senam dan ketukan musik yang membimbing setiap gerakan senam tersebut.

Kades Pagarsari Deni Irawan merasa terbantu dengan kegiatan yang kini rutin dilakukan hampir setiap hari ini. Menurutnya bila badannya sehat maka jiwanya kuat. Maka masyarakat Pagarsari menjadi lebih sehat, baik badannya maupun pikirannya. Sehingga bisa aman, tentram dan semangat dalam bekerja. Dengan sehat dan semangat bekerja maka kehidupan bermasyarakat beranjak sejahtera, paling tidak bisa rukun dan damai.

Berdasarkan pengamatan kami, sampai saat ini belum tampak lansia laki-laki yang menonton kegiatan ini apalagi berada di arena senam.