Berita Angat

Selasa, 27 April 2010

Longsor: Perlu Tembok Penahan


Pagarsari,
Longsor itu terjadi di tepi jalan utama Pagarsari, kira-kira antara 30m-50m sebelum Sekolah Dasar (SD) 46 yang berada di puncak bukit Pagarsari. Longsor yang diakibatkan hujan sehingga menutup separuh jalan. Tanah yang rapuh karena terbawa air hujan serta pada musim kemarau kering berkeping-keping seperti pasir.

Selain karena tebing setinggi 4m, tidak terdapatnya tembok penahan. Sehingga separo badan jalan tertutup longsoran tanah. Pada musim hujan menyebabkan jalan becek berlumpur. Tentunya mengganggu pengguna jalan terutama para siswa SD yang hendak pergi dan pulang sekolah. Apalagi pengendara bermotor baik roda dua dan roda empat.

Beberapa mobil yang lewat pada musim hujan seringkali slip dan masuk siring. Sedangkan motor harus pelan dan ekstra hati-hati, kalau tidak kepeleset.

Menurut salah seorang warga, “Tebing itu harus ada tembok penahannya, untuk mengurangi tanah longsoran yang menutupi badan jalan,” katanya.

Warga Pagarsari meminta kepada Bapak Bupati H. Saifudin Aswari Rivai, SE dan kepada dinas terkait, untuk memperhatikan kebutuhan tembok penahan tersebut.

“Jalan ini satu-satunya penghubung menuju ke SD 46 yang merupakan sekolah satu-satunya di Pagarsari. Siswanya anak-anak yang bermukim di Pagarsari, Pagar Negara dan Kota Baru dekat wilayah Riley TVRI,” ungkap warga. *)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar