Berita Angat

Selasa, 27 April 2010

Longsor: Perlu Tembok Penahan


Pagarsari,
Longsor itu terjadi di tepi jalan utama Pagarsari, kira-kira antara 30m-50m sebelum Sekolah Dasar (SD) 46 yang berada di puncak bukit Pagarsari. Longsor yang diakibatkan hujan sehingga menutup separuh jalan. Tanah yang rapuh karena terbawa air hujan serta pada musim kemarau kering berkeping-keping seperti pasir.

Selain karena tebing setinggi 4m, tidak terdapatnya tembok penahan. Sehingga separo badan jalan tertutup longsoran tanah. Pada musim hujan menyebabkan jalan becek berlumpur. Tentunya mengganggu pengguna jalan terutama para siswa SD yang hendak pergi dan pulang sekolah. Apalagi pengendara bermotor baik roda dua dan roda empat.

Beberapa mobil yang lewat pada musim hujan seringkali slip dan masuk siring. Sedangkan motor harus pelan dan ekstra hati-hati, kalau tidak kepeleset.

Menurut salah seorang warga, “Tebing itu harus ada tembok penahannya, untuk mengurangi tanah longsoran yang menutupi badan jalan,” katanya.

Warga Pagarsari meminta kepada Bapak Bupati H. Saifudin Aswari Rivai, SE dan kepada dinas terkait, untuk memperhatikan kebutuhan tembok penahan tersebut.

“Jalan ini satu-satunya penghubung menuju ke SD 46 yang merupakan sekolah satu-satunya di Pagarsari. Siswanya anak-anak yang bermukim di Pagarsari, Pagar Negara dan Kota Baru dekat wilayah Riley TVRI,” ungkap warga. *)

Senin, 26 April 2010

Mas Yulianto Nak Jual Tanah

Pagarsari,
Tanah ukuran 12m X 14m milik Mas Yulianto (42) di Desa Pagarsari persis pinggir jalan di ujung tanjakan jalan utama desa, nak dijual. Mas Yuli ngomong kalau tanahnya itu nak dijual seharga 15juta. "Kini tanah itu sudah ada yang nawar 12juta. Rencananya dilego seharga itu bae," uji Mas Yuli.

Sore hari Selasa (26/4) tanah itu sudah diukur dengan Kades Pagarsari Deni Irawan disaksikan oleh Jajang R Kawentar, pemilik tanah sebelah barat, bersama Mas Yuli. Ukurannya sama dengan yang ada di gambar surat akta jual beli sebelumnya.

Letak tanah yang strategis dan sudah rata. Seandainya hendak dibangun di atas tanah itu, tinggal menggali pondasinya. Transportasi sudah mudah, bisa dijangkau dari arah Kota Baru atau dari arah Talang Jawa melalui jalan Bangsal.

Mas Yuli masih menunggu tawaran lain yang lebih menarik dari harga 12juta, kalau bisa 13juta, katanya. Hubungi saja ke 08194837589. *)

Minggu, 25 April 2010

Dijual, Rumah Pinggir Jalan Desa Pagarsari


Pagarsari,
Rumah Wak Jimmi di Pagarsari ujung persisnya depan Balai Desa itu nak dijual 70 juataan, tapi masih bisa goyang. Wak Jimmi lah hamper 10 tahun tinggal di Pagarsari ujung Dusun I itu nak pindah ke Bengkulu. Karena alasan keluarga besarnye la disane gale.

Rumah yang cukup strategis itu berada di tepi jalan utama Desa Pagarsari itu memiliki luas 9m X 6m dan luas tanahnya 15m X 20m. Fasilitasnya 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang tamu, dan 1 ruang dapur. Selain itu ada juga sumur, listik 900watt dan apabila hendak memasang telpon jaringannya sudah ada.

Keadaan rumahnya 3m X 6m permanent dan sisanya semi permanent. Sementara lingkungan sekitarnya hamper keluarga Jawa semua. Bagi yang berminat silahkan menghubungi langsung dengan Wak Jimmi depan Balai Desa Pagarsari. Jalan Bangsal, Pagarsari Ujung, atau menghubungi Handphon 08194837589.*)

Kekahan dan Cukuran Putri Bambang Sutarsum

Pagarsari,
Bambang Sutarsum mantan Kepala Desa Pagarsari periode tahun 2006/2011 yang hanya menjabat setahun dan mengundurkan diri karena sesuatu hal. Mengadakan syukuran Kekahan dan Cukuran putri bungsunya yang nomor tiga Yasinta Mulya Sari (1) pada hari Jumat malam Sabtu (23/4) pukul 19.00. Bertempat di rumahnya jalan Bangsal no. 30 Dusun II Desa Pagarsari. Berlangsung dengan khimad dan dihadiri ratusan warga Pagarsari, Talang Jawa dan Gunung Gajah.

Pada umumnya yang datang merupakan kerabat serta kawanan kerjanya di PJKA, tetangga dan mantan tetangganya sewaktu tinggal di Gunung Gajah. Acara yang dimulai dengan membacakan ayat suci Al-Qur’an, Barjanji, dilanjutkan dengan pencukuran rambut serta pembagian bendera-benderaan uang kepada tamu yang hadir. Diakhiri dengan doa dan yang hadir dihaturi makan.

Kekahan ini juga dihibur oleh Erra Orgen Tungal dengan lagu-lagu islami pada saat acara makan. Setelah selesai makan sekitar pukul 22.00WIB, mulai acara hiburan. Beberapa tamu undangan ikut menyanyi kesukaannya mulai dari lagu dangdut, pop dan remix. Mulai dari lagunya Bruri Pesolima, Siti Nurhaliza hingga grup Armada Band.*)

Kamis, 22 April 2010

Sosialisasi Ulang Beras Miskin


Pagarsari,
Karena sudah banyak warga yang menerima Raskin itu pindah tapi masih menerima beras itu. Kades kembali mensosialisasikan lagi penerima Raskin di Balaidesa Pagarsari pada hari Rabu (21/4) selepas magrib. Bagi penerima raskin yang sudah pindah dari Desa Pagarsari, tidak lagi mendapatkan Raskin, karena masih banyak warga Desa Pagarsari yang lebih berhak menerimanya.

Kades Pagarsari Deni Irawan mengatakan, sisa hasil dari penjualan Raskin tersebut diberikan kepada janda kurang mampu dan warga kurang mampu sekitar 4karung.

Sosialisasi ini juga menjaga supaya warga memahami, karena tidak mungkin warga yang sebelumnya pernah dapat Raskin di Pagarsari dan kini tinggal di Desa lain masih menerima jatah Raskin di Pagarsari.*)

Diperkirakan Maling itu Ngicar Sapi Pak Paeran


Pagarsari,
Yudi Ismanto (30) nginai ade jeme lanang bejalan di depan rumah Bude Sikar menuju ke kandang sapi milik Pak Paeran (55) sekitar jam 2 pagi. makanya ngenjuk kabar ke tetanggenye lewat SMS, pertame telpon Wak Jimi.
mangkenye wak Jimi keluar rumahnye karena kebetulan rumah bude Sikar sebelahan dengan rumah wak Jimi. Yudi dewek depan rumah wak Jimi bersebelahan rumah Pak Kades Pagarsari.

"Yang keluar rumah cuman wak Jimi dengan Aku bae, sementara Kang Jajang masih ngaweke Blog Desa Pagarsari. Kerne kami bejaga di luar jene mencurigakan yang bejalan di tempat kelam menuju ke kandang Sapi Pak Paeran itu belaju ke rumah pucuk, ke arah rumah Kang Jajang" uji Yudi.

Sementare menurut Kang Jajang, "saya di telpon oleh wak Jimi, die ngomong kalo ade jeme menuju rumahku. aku siap siaga dengan ketapel same parang kalu saje maling nak beraksi. Aku dewek lagi ngawe Blog Desa Pagarsari, idak tiduk sape pagi, pas lepas Azan Subuh aku baru tetiduk."

Kalu pacak diadoke lagi ronda same ngawe kentongan kalu-kalu ada gawat darurat, maling yang beraksi.*)

Disinyalir Maling Hendak Beraksi Di Pagarsari

Pagarsari
Pada jam 1.14 pagi (22/4) Pak Jimi (40) yang tinggal di Pagarsari ujung telpon ke Pak Jajang yang tinggal di bukit Pagarsari paling ujung rumah.
"Pak Jajang hati-hati ada orang yang naik ke pucuk (maksudnya menuju ke rumah Pak Jajang, Red)."
Disinyalir orang tak dikenal dan ditakutkan maling yang gentayangan selama ini.
Sebab dua minggu lalu tiga ayam hutan milik Ibu Bidan Desa raib digasak maling diperkirakan kerugian sekitar 1juta lebih. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang meyakinkan kalau-kalau maling itu berada di sekitar desa Pagarsari atau warga desa tetangga.
Setelah Pak Jimi telpon ternyata Pak Jajang juga mendapat 2 SMS dari Yudi Ismanto (30) yang berisi "Kang ado wong di bawah, hati-hati", dan "Aku sama wak Jimi di bawah".
SMS dari Yudi dibalasi, "Aku lagi ngeblog Desa Pagarsari, nanti kubikin beritanya kalau maling mulai beraksi di Pagarsari". *)

Minggu, 18 April 2010

Pernikahan Agus Riadi dan Hevi Yunika

Pernikahan warga Pagarsari

Agus Riadi (Didi), putra dari Bapak Ahmad Darman (Alm) dan Ibu Supiani (Ribut)
dengan Hevi Yunika (Hevi) putri dari Bapak Banjarudin dan Asma Wati.
Akad Nikah:
HAri/Tanggal: Minggu, 18 April 2010
Pukul: 08.30 WIB sampai dengan Selesai
Tempat: Jl. Bangsal, Desa Pagarsari No. 30 Lahat

Semoga menjadi keluarga yang
sakinah mawahdah warohmah. Amiiin

Sabtu, 17 April 2010

Gizi Balita, Ibu Menyusui, Lansia Desa Pagarsari Ditingkatkan




Desa Pagarsari Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk peningkatan Giji untuk anak Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebesar 140 juta. Diungkapakan Kepala Desa (Kades) Pagarsari Deni Irawan, pada musyawarah desa Pagarsari yang dilaksanakan pada pagi hari Selasa (7/4) di Balai Desa Pagarsari dengan dihadiri Camat Kota Lahat Drs. Yusri MM, Ketua Tim Pembina Kecamatan Lahat Elfawati, Kepala UPT Kesehatan Pagaragung Kazrin Faruk SKM, Ketua Tim Penggerak PKK Pagarsari Yuli dan mayarakat Pagarsari.

Bantuan dari pemerintah pusat ini cukup besar,dibandingkan dengan bantuan dari gubernur pertahunnya 2,5 juta untuk Posyandu dan 200 ribu rupiah dari bupati. Program Pemeritah ini berupa peningkatan gizi Nutrition Improvement Through Community Empowerment (NICE). Diharapkan program peningkatan mutu gizi anak Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui lebih baik lagi. Masyarakat bisa mandiri dan memahami bagaimana pola asuh terhadap anak-anaknya. Sehingga bisa kesehatan serta dapat membantu kecerdasan anak dikemudian hari.

Dalam program ini dilaksanakan pelatihan-pelatihan untuk ibu menyusui, pola asuh anak, dan untuk ibu-ibu hamil. Di Pagarsari terdapat 7 ibu hamil pada musyawarah desa ini dan puluhan ibu yang memiliki anak balita. Mereka menyambut baik program kesehatan untuk masyarakat desa ini.

Menurut Deni Irawan yang didampingi sekretaris desanya Maman mengatakan, “untuk mendapatkan bantuan program perbaikan gizi untuk anak balita, ibu hamil dan menyusui ini, pihaknya terlebih dulu membuat proposal pada tahun 2007-2008 dan baru tahun 2010 dana program ini cair.”

Sementara Sejo (60) dari Lembaga Adat Pagarsari, “setiap mendapat bantuan dari pemerintah warga harus dilibatkan atau diajak musyawarah, supaya dapat memantau kegiatan yang akan dilaksanakan bisa lancar dan tepat sasaran,” ungkapnya.*)

LOMBA DESA TINGKAT KABUPATEN LAHAT






Pagarsari,
Desa Pagarsari Jumat (16/4) dikunjungi oleh rombongan tim penilai lomba desa tingkat kabupaten Lahat yang diketuai oleh kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Drs. Benny Zainudin MSi. Tim penilai ini terdiri dari Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK Kabupaten, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Masing-masing unsur tesebut berfungsi menilai setiap kegiatan desa dan organisasi yang ada di desa, seperti PKK, Pos Yandu, Karang Taruna, Badan Pertimbangan Desa, Lembaga Adat dan administrasi desa.

Masyarakat Desa Pagarsari menyambut baik dengan terpilihnya Desa Pagarsari sebagai wakil dari Kecamatan Lahat dalam mengikuti Lomba Desa Tingkat Kabupaten. Bagi Warga Desa Pagarsari sudah tidak asing lagi dalam mengikuti lomba desa, pada tahun 2008 Desa Pagarsari meraih juara 3 tingkat Provinsi.

Dalam penilaian lomba Desa ini dihadiri Camat Kota Lahat Drs. Yusri MSi, ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Danramil, perangkat Desa Pagarsari, tamu undangan dan masyarakat Pagarsari.

Kepala Desa Pagarsari Deni Irawan, mengatakan, “tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi Lomba desa kali ini. Apa adanya, semuanya diserahkan langsung kepada poin-poin yang akan dinilai dan sudah ada yang bertanggungjawabnya masing-masing.”

Sementara Camat Lahat, Yusri, berharap Desa Pagarsari mendapatkan peringkat yang terbaik, meskipun dengan keterbatasannya baik fasilitas dan anggaran dananya. Dengan modal pengalaman dalam berbagai macam lomba kegiatan desa, Pagarsari bisa unggul.

Namun ketua panitian Lomba Desa tingkat Kabupaten Lahat Benny Zainudin, menegaskan bahwa penilaian ini meliputi kegiatan desa, administrasi desa dan yang terpenting bagaimana keterlibatan masyarakat desa dalam pembangunan desa, serta ikut dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Sehingga masyarakat desa lebih berperan aktif mengembangkan dan memakmurkan desanya.*)

TREND SENAM LANSIA

Trend Senam Lansia

Pagarsari,
Untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh diperlukan selain asupan gizi yang seimbang juga
Aktifitas ibu-ibu dan para perempuan lanjut usia (Lansia) di Desa Pagar Sari Kabupaten Lahat Sumatera Selatan mulai menggeliat dengan melakukan senam Lansia setiap pukul 16.00 WIB di halaman rumah kepala Desa (Kades) Pagar Sari Deni Irawan (40). Kegiatan senam yang dilakukan sore hari ini menjadi trend dikalangan Lansia. Sepertinya menjadi gaya hidup sehat dikalangan mereka sembari melepas lelah dan bersantai di sore hari.

Kegiatan ini menjadi banyak peminatnya berawal dari perbincangan ibu-ibu di warung-warung tempat biasa mereka berbelanja dan ngerumpi. Kemudian menarik beberapa ibu-ibu lansia dan ibu-ibu muda untuk mencoba mengikutinya. Di samping ibu-ibu muda, rupanya anak-anaknya juga ikut mengiringi dalam olah raga ringan ini. Mereka mengikutinya dengan tersenyum gembira, seperti bermain-main, namun tetap serius melakukan gerakan-gerakan tersebut.

gerakan-gerakannya tidak terlalu menguras tenaga, namun melatih kembali otot-ototnya bergerak yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan menguatkan otot-otot itu sendiri. Dengan menggerakan otot kaki, otot tangan, pinggul serta leher.

Senam yang hanya diikuti kaum hawa ini tadinya hanya diikuti oleh beberapa orang saja. Kini siapapun yang memiliki waktu senggang setelah melakukan kerja rutinnya mulai berkumpul dan melakukan senam disore hari.

“Tadinyo senam ini hanya diikuti tidak kurang dari 5 orang kini sudah diikuti sekitar 20 orang, kadang lebih,” ujar Yuli (33) warga setempat.

Ditambahkannya, gerakan yang diawali dengan pemanasan, gerakan inti lalu diakhiri peregangan.

Puluhan ibu-ibu lansia mengatur barisan dengan jarak yang tidak ditentukan, menyesuaikan dengan banyaknya peserta senam dan luasnya halaman rumah.

Kegitan dimulai dengan mempersiapkan kaset hingga pasang tape recorder. Untuk setiap gerakan senam diarahkan oleh seseorang yang lebih dulu belajar yang dianggapnya sebagai instruktur, karena pengalamannya mengikuti kegiatan senam lansia yang pernah diikutinya.

Kegiatan ini dimotori istri Kades Pagarsari Yuli (30) yang sekaligus sebagai ketua Tim penggerak PKK Desa Pagarsari. Menurutnya, kegiatan ini digalakkan dalam rangka untuk menyehatkan jasmani disamping menyalurkan hobi olah raga.

“Daripada ngobrol tidak karuan, sambil mengisi waktu senggang. Kami berinisiatif mengumpulkan ibu-ibu bikin kegiatan senam terutama Lansia. Selain mempererat silaturahhmi, badan juga jadi sehat dengan membiasakan senam,” kata Yuli.

Tidak sedikit warga Desa Pagarsari yang jadi penonton, sambil mengikuti gerakan senam dan ketukan musik yang membimbing setiap gerakan senam tersebut.

Kades Pagarsari Deni Irawan merasa terbantu dengan kegiatan yang kini rutin dilakukan hampir setiap hari ini. Menurutnya bila badannya sehat maka jiwanya kuat. Maka masyarakat Pagarsari menjadi lebih sehat, baik badannya maupun pikirannya. Sehingga bisa aman, tentram dan semangat dalam bekerja. Dengan sehat dan semangat bekerja maka kehidupan bermasyarakat beranjak sejahtera, paling tidak bisa rukun dan damai.

Berdasarkan pengamatan kami, sampai saat ini belum tampak lansia laki-laki yang menonton kegiatan ini apalagi berada di arena senam.