Berita Angat

Senin, 09 Agustus 2010

Keroncongan Semalam Suntuk






Pagarsari,
Musik Keroncong yang sedikit peminatnya saat ini di Kota Lahat, di Desa Pagarsari mendapat sambutan yang meriah dari muda-mudi dan para orang tua. Keroncong mendapat tempat di hati warga Pagarsari. Sebetulnya tidak hanya musik Keroncong, tetapi berbagai bentuk seni tradisi seperti Kuda Lumping, ngarak pengantin sunat, dan jaipongan, di Pagarsari cukup terbuka.

Dalam menyambut HUT RI yang ke 65 hiburan keroncongan ini ditanggapi semalam suntuk Sabtu (7/8). Hingga akhir pelaksanaan, warga terutama pecinta musik keroncong masih bertahan. Mulai dari Benganwan Solo, Jembatan Merah, Sebiduk di Sungai Musi, Solo Balapan, Dirut, Tidak Semua Laki-laki, Mawar Merah, sampai Keong Racun, habis dinyanyikan secara bergantian oleh warga yang ikut hadir. Ada juga yang menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Meskipun terkadang suaranya tidak pas, musiknya ke ulu lagunya ke ilir. Namun tetap semangat. Dari berbagai aliran lagu diiringi musik keroncong dengan apik oleh Orkes Keroncong Sehati di Pagarsari.

Didut (29) ketua Karang Taruna Desa Pagarsari, yang juga ikut menyanyikan beberapa lagu dari album campursari Sekonyong-konyong Koder, mengatakan, “Musik Keroncong ini lebih adem, dari pada Orgen Tunggal (OT) yang mengundang pemuda untuk mabuk-mabukan apalagi musiknya dibuat remix. Kalau Musik Keroncong bawaannya lebih santun, dan lembut. Lagi pula bisa mengiringi lagu apa saja, flaksible. Tahun depan atau kalau ada kegiatan apa saja kita, kita akan mengutamakan yang tradisional,” katanya.

Hiburan keroncongan ini dari warga, untuk warga. Penyanyinya ibu-ibu dan bapak-bapak ditambah para muda mudi. Malam Minggu yang dingin menjadi terasa hangat. Para orang tua seperti bernostalgia dengan lagu-lagu keroncong, seperti sedang mengenang Gesang sebagai pencipta lagu-lagu Keroncong.

Menurut salah satu pemain alat musik Ukulele Agus (30), “Di daerah lain kami tidak mendapatkan sambutan semeriah di Pagarsari, penonton masih terus bertahan dan masyarakat antusias untuk menyanyi. Kami semangat dan senang menghibur warga Pagarsari ini,” katanya.

Kepala Desa Pagarsari, Deni Irawan, mengatakan, “Kegiatan hiburan Keroncongan semalam suntuk ini merupakan usulan warga. Musik Keroncong lebih menyejukkan dari pada Orgen Tunggal. Disamping itu kita ikut melestarikan musik keroncong dan memperkenalkan kepada anak-anak desa Pagarsari ini,” katanya.*)

Minggu, 08 Agustus 2010

Lomba Tertawa, Mengalirkan Air Mata






Pagarsari,
Ada sekitar 100 anak putra-putri berkumpul di lapangan Desa Pagarsari mengikuti Lomba Tertawa, setelah selesai melaksanakan lomba Melukis. Lomba tertawa ini paling ditunggu-tunggu, karena sebelumnya belum pernah ada.

Menurut ketua panitia, Sukri yang di dampingi Wagino sebagai pelaksana kegiatan lomba mengatakan, Lomba tertawa dan lomba menggambar “Semangat Kemerdekaan” ini merupakan kegiatan hiburan anak-anak dalam memeriahkan HUT RI ke 65. Antusias anak-anak dan ibu-ibu untuk mendaftarkan anaknya mengikuti lomba sangat tinggi. Sehingga perlombaan menggambar dan lomba tertawa cukup banyak diminati,” katanya .

Khususnya lomba tertawa membuat para penonton terutama ibu-ibu terhibur. Melihat anaknya mengikuti lomba tertawa, ibu-ibunya dan semua penontonya ikut tertawa. Karena tertawa terus-menerus sampai tak terasa air mata meleleh. Tak hanya itu, perut pun sakit karena tertawa melihat peserta yang tertawa.

Seperti halnya Agung (7) peserta lomba tertawa ini, pertamanya tertawa seperti dipaksakan tetapi lama-kelamaan dia tertawa sendiri dengan lepas, karena mendengar dan melihat semua penontonnya tertawa. Apalagi kawannya memberitahu kalau sandal yang dipakai Agung putus. Tertawapun semakin jadi, sehingga tidak bisa lagi menghentikan tertawanya sambil memegang perutnya.

Menurut Yudi Ismanto salah satu penonton lomba tertawa ini, “Lomba ini lucu, menghibur, jadi tertawa karena melihat orang tertawa,” ungkapnya.

Criteria lomba tertawa yang dinilai, yaitu lamanya tertawa, tertawanya tidak terkesan dibuat-buat dan lucu. pemenangnya dibagi katagori perempuan dan laki-laki, setiap pemenang mendapatkan hadiah alat-alat sekolah dan piagam. senang sekali mereka mendapatkan piagam dan hadiah itu, meskipun alakadarnya.*)

Selasa, 03 Agustus 2010

WARGA MENYAMBUT BULAN PUASA DAN HUT RI LEBIH AWAL






Pagarsari,
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 65 dan dalam rangka menyambut bulan suci Rhamadan 1431 H warga Desa Pagarsari Lahat mengadakan gotong royong membersihkan rumput dan pohon di sepanjang jalan desa hingga jalan menuju ke tempat penguburan umum warga Pagarsari, dan membersihkan pekarangan rumah masing-masing pada hari Minggu (1/8).

Selain kegiatan gotong royong kegiatan menyambut tujuh belasan juga dilakukan lebih awal sehubungan berbarengan dengan bulan suci ramadhan. Ada beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Karang Taruna Pagarsari mulai dari kelompok anak-anak berbagai lomba seperti balap karung, pertandingan tenis meja, lomba tertawa. Sementara untuk dewasa lomba karaoke dan untuk orang tua hiburan keroncongan pada malam minggu (7/8) di lapangan Pagarsari.

Menurut kepala Desa Pagarsari, Deni Irawan, kegiatan gotong royong dan setiap kegitan yang berhubungan dengan menyambut HUT RI ini dilaksanakan lebih awal, supaya pada bulan puasa nanti kita lebih khusu menjalaninya, ujarnya.*)